Sabtu, 26 Februari 2011

Fenomena Globalisasi Sosial Budaya

Globalisasi merupakan fenomena runtuhnya batas-batas geografis suatu negara. Maka terjadilah perpindahan nilai-nilai antar satu negara dengan negara lain dengan begitu mudahnya. Itulah mengapa, globalisasi sosial budaya sangatlah mungkin untuk terjadi di samping globalisasi informasi dan produk perdagangan.
Namun sayangnya, arus perpindahan tersebut acap kali hanya menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak yang lain. Dalam hal perdagangan internasional misalnya, para kapitalis memanfaatkan globaisasi ini untuk memasarkan produknya ke sejumlah negara yang kurang produktif. Begitu pula dalam ranah sosial budaya, globalisasi sosial budaya yang terjadi merupakan potensi besar bagi munculnya neo-imperialisme. Mungkinkah Anda menjadi korban neo-imperialisme tersebut?
 
Berpacu Dalam Globalisasi
Saat ini proses globalisasi telah mewabah hampir ke seluruh dunia. Segala jenis lalu lintas yang keluar masuk dalam suatu negara sulit untuk dibendung lagi. Seakan-akan dunia telah menjadi satu arena pacuan. Dengan kata lain, ada negara yang menang, ada pula negara yang dikalahkan.
Apabila sudah begini, globaphobia menjadi sesuatu yang menakutkan bagi negara-negara ‘kecil.’ Dan uniknya, kebanyakan dari proses globalisasi ini berlangsung dengan cara yang menyenangkan. Anda perlu bukti? Bukankah Anda merasa senang jika dapat membeli tas vivian dan blouse zandra dari Paris? Bukankah Anda tergiur dengan cellular phone dari Cina yang murah meriah namun tetap capable dan cantik? Hmmm….
Sosial Budaya yang Mengglobal
Banyak sekali terjadi fenomena globalisasi sosial budaya yang terjadi di sekitar kita, tanpa kita menyadarinya. Jika sebelumnya sosial budaya tersebut terbatas pada satu negara, kini sosial budaya itu telah menjelma menjadi wacana dunia. Berikut beberapa diantaranya:

  1. Pengarusutamaan gender

    Pengarusutamaan gender atau gender mainstream merupakan usaha untuk mempopulerkan wacana gender yang kemudian melakukan perubahan di dalamnya. Fenomena sosial yang berawal dari barat ini juga tengah bergelora hangat di negara kita, Indonesia.

    Gender itu sendiri adalah sifat yang melekat pada laki-laki ataupun perempuan, di mana sifat tersebut merupakan hasil konstruksi atau bentukan dari lingkungan. Otomatis, gender tersebut berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. Semisal adalah kebiasaan bekerja dalam keluarga.

    Di Bali, yang bertanggung jawab untuk mencari nafkan keluarga adalah Sang Istri. Sementara di jawa, mencari nafkah adalah tugas Suami. Berbeda pula dengan daerah-daerah di Amerika dan Eropa, suami dan istri mempunyai peran yang sama dalam mencari uang.
  2. Pola makan junk food

    Disadari maupun tidak, kini makanan cepat saji sudah mulai akrab di lidah kita. Baik itu burger, pizza ataupun fried chicken. Apabila sebelumnya kita cukup dengan sayur asem dan tempe goreng, namun sekarang apa yang terjadi? Minimal harus ada olahan ayam di porsi kita. Junk food memang enak, tapi dampaknya tidak seenak rasanya lho…. Karena dalam jangka panjang, junk food ini bisa membuat Anda sakit ginjal, stroke, gangguan sel-sel otak dan lain sebagainya
  3. Tren dan Fashion

    Ah, terlalu mudah untuk menunjukan betapa gaya penampilan kita disetir oleh fashion dari negara lain. Busana yang terkesan memaksa untuk buka-bukaan sampai pada baju terusan yang menutup sekujur badan. Semua berasal dari negara luar. Coba perhatikan, Adakah orang-orang Indonesia yang memakai pakaian daerahnya dalam kehidupan sehar-hari? Jika memang ada, pasti akan sangat  menggelikan bukan?
Okey, sekarang Anda sudah tahu bahwa aspek sosial dan budaya itu benar-benar telah mengglobal. Dan bahkan Anda juga telah menyadari bahwa selama ini kita keasyikkan menjadi korban imperialisme negara lain. Anda pasti tidak mau terus-terusan membebek negara lain bukan? So, What next?
Yup, Anda sah-sah saja mengikuti budaya dan kebiasaan negara lain, tapi jangan cuman ditelan mentah-mentah. Sesuaikan dulu dengan pancasila plus nilai-nilai agama Anda. Jika bertentangan, tolaklah ia. Tapi jika tidak bertentangan dan Anda merasa nyaman dengannya, lanjutkan Dab!

Apakah Cinta Dapat Mengarungi Samudera?

"The heart was made to be broken."
—Oscar Wilde


Aku berkata pada diriku sendiri: aku tidak menginginkanmu lagi, tapi mengapa aku mengharapkanmu? Aku tidak ingin melihatmu lagi, tapi mengapa aku merindukanmu? Aku tidak ingin memikirkanmu lagi, tapi mengapa setiap hal mengingatkanku padamu? Aku tidak peduli padamu lagi, tapi mengapa aku membencimu?

Apa sesungguhnya yang kulakukan? Apa yang kau lakukan?

Setelah sekian lama, bagaimana mungkin aku dapat membiarkanmu pergi begitu saja dari hidupku? Aku mencintaimu, bintang ufuk utaraku.

Jumat, 24 Desember 2010

blog pertama,kenalan dan ngelantur...


hehehe... sebelumnya aku cuma bisa membuat akun di facebook,myspace,atau twitter.Baru kali ini aku tertarik membuat sebuah blog, terinspirasi dari temenku tk yg yg juga punya akun facebook,twitter,dan sebuah blog. waktu aku liat isi blognya itu lucu, jadi sekalian ja aku juga nyoba buat blog ini dan buat belajar nulis.hehehehe.Oh iya lupa,  aku terlahir kembar, dan aku di beri nama Isnaini Syahrul ,daripada panggil aku isna, meing panggil Na! ajah, lebih enak di denger buat aku. aku suka maen,bersosialisai,ngopi,guyon,baca buku. aku juga gak tau aku punya cita2, hehehe. aku pribadi itu masih males mikirin masa depan, masa muda memang menyenangkan daripada masa tua, lama kelamaan semua manusia bertambah umur dan ujung2nya mati. "hidup cuma sekali,jadi gunain hal2 yang berguna buat hidupmu". Aku juga nyadar kalo tulisanku ini jelek banget, maklumlah pemula ya begini ini aku. aku bingung, di blog ini di isi apa yoh? uneg2,curhat,gambar,atau share.hadoooo. yawes gak banyak membacot. salam kenal,mari belajar,dan berbagi.. hehehehehehehe